Harga sebuah Disiplin
Oleh : Maulidina
Siswi SMPN 2 Ambunten
Roni seorang siswa
di salah satu sekolah menengah pertama swasta. Roni sebenarnya termasuk siswa
yang pintar di sekolahnya. Namun dia terbilang kurang disiplin dalam mengatur
waktunya. Dia sering terlambat datang ke sekolahnya. Di rumahnya ia sulit bisa
bangun pagi jika tidak dibangunkan oleh ibunya. Selain itu, dia kerap kali
menyepelekan tugas yang dipercayakan kepadanya.
Suatu hari, Roni
ditugaskan untuk mengikuti lomba antarsekolah di luar kota. Dia berangkat
bersama teman peserta lomba yang lain. Di sana ia tetap tidak bisa
menghilangkan kebiasaan yang kurang baik itu. Dia sulit sekali bangun pagi
sendiri. Hal inilah yang menyebabkan bukan hanya dia telat dalam registrasi
peserta lomba. Namun dia juga kehilangan kesempatan untuk mengikuti lomba yang
sudah dipercayakan oleh pihak sekolah terhadapnya.
Itok akhirnya
berangkat sendiri setelah tidak berhasil membangunkan Roni. Dia juga hampir
terlambat registrasi, karena panitia sudah siap mulai pukul 06.30. Itok merasa
kasihan kepada temannya, Roni. Dia telah kehilangan kesempatan untuk mengikuti
lomba yang mestinya Roni mampu bersaing dengan peserta lain.
(Untuk melanjutkan membaca, klik di bawah ini !)


























